Senin, 09 April 2012

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

Budidaya Jagung di Lahan Bawah Tanaman Kelapa


Program peremajaan yang sedang dan akan terus dilanjutkan di Indonesia sebagai upaya meningkatkan  produksi tanaman kelapa akan lebih berhasil jika memberikan jaminan peningkatan pendapatan  bagi petani. Dengan menerapkan teknologi  jarak tanam dan sistem tanam baru kelapa dengan berwawasan tanaman campuran (polikultur). Dari hasil pengujian lapangan bahwa  Usaha tani polikultur secara agronomi tidak mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa. Selanjutnya secara ekonomi usaha tani semacam ini justru meningkatkan pendapatan petani dibanding dengan usaha tani kelapa monokultur.
Pengusahaan tanaman sela diantara tanaman kelapa dapat memperbaiki aerasi tanah sehingga dapat memperbaiki sistem perakaran kelapa dan meningkatkan produksi buah kelapa (Setyamidjaya, 1994). Dewasa ini sistem tumpang gilir (panen berganda, multiple cropping) dianggap dapat dilakukan pula dibawah tanaman kelapa yang telah menghasilkan. Tumpang gilir terutama terutama dianjurkan untuk mengatasi terjadinya akibat yang tidak menguntungkan karena naik turunnya harga kelapa yang sulit diramal. Pertimbangan lain dilakukannya penanaman  berganda (terutama pada perkebunan takyat) adalah untuk menyerap tenaga kerja, sebagai pengendalian gulma, konservasi lahan, memperbaiki sifat-sifat tanah, dan menambah produksi.
 Setyamidjaya, (1994) menyebutkan  bahwa tanaman sela  jagung dengan kelapa rakyat di Minahasa, Sulawesi Utara dapat menurunkan biaya rata-rata produksi dan menambah keuntungan usaha tani. Program sistem pertanian terpadu berbasis kelapa adalah untuk meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan lahan dipertanaman kelapa pada satu luasan dan waktu tertentu.
Untuk memperoleh hasil yang baik dari tanaman pokok (kelapa) maupun tanaman sela, dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tersedianya tenaga kerja, keadaan tanah dan iklim, pemasaran hasil dan umur tanaman kelapa yang bersangkutan.

Persiapan lahan
Lahan yang digunakan pada kegiatan ini adalah lahan peremajaan kelapa yang tua atau rehabilitasi kelapa. Kegiatan yang dilakukan penebangan kelapa yang sudah tua  kemudian lahan dibersihkan dari pohon kelapa,   ranting-ranting dan gulma. Melakukan pengajiran  untuk membuat jarak tanam kelapa  12 m x 12 m. Diantara tanaman kelapa  direncanakan akan ditanami kakao sebagai tanaman tumpang sari.  Pembuatan lubang dilakukan setengah bulan sebelum penanaman  kelapa,  dengan ukuran panjang, lebar, dan dalam 50 cm x 50 cm x 50 cm. Satu minggu sebelum penananam kelapa dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang pada lubang tanam yang sudah disiapkan dengan dosis pupuk kandang 1/5 zak ukuran 50 kg pupuk per lubang.  Dalam memanfaatkan lahan diantara tanaman kelapa yang masih kosong akan ditanami dengan tanaman jagung manis. Penanaman jagung manis dilakukan tanpa  olah  tanah (TOT). Lahan dibersihkan dari gulma dan ranting yang ada serta gulma, selanjutnya dibuat barisan tanaman jagung dengan arah timur barat dengan jarak tanam 75 cm x 25 cm. Tanah  langsung ditugal  dengan menggunakan alat tugal. Setiap lubang tugalan diberi pupuk kandang dari kotoran sapi sebanyak satu genggam.

Penanaman
Tanaman kelapa ditanam pada tanggal 21 Februari 2009 dengan jarak tanam 12 m x 12 m dengan jumlah tanaman 42 pohon dengan jumlah 7 baris arah timur barat dan 6 baris utara selatan. Varietas kelapa yang ditanam adalah unggul lokal Kabupaten Hulu Sungai Selatan – Kalimantan Selatan. Pada saat tanam setiap lubang diberi  pupuk SP 36 dengan dosis 2 sendok makan setiap lubang.
 
Image    
Gambar 1: Tanaman jagung varietas Bonanza F1umur 30 hari  di tanam di BBPP Binuang

Tanaman jagung manis yang ditanam varietas Bonanza F1 yang diproduksi  PT East West Seed Indonesia yang memproduksi benih tanaman cap Panah Merah.  Varietas jagung Bonanza F1 mempunyai keunggulan :  Tanaman seragam, tongkol seragam berpotensi 2 tongkol/tanaman, Warna bulir kuning, rasa manis dan lembut, bobot tongkol 270 – 500 gram untuk konsumsi segar, panen pada umur 63 hari setelah tanam, potensi hasil 13 – 15 ton/ ha (Anonim,2008). Penanaman jagung dilakukan  pada tangal 16 April 2009. Penanaman dilakukan pada tanah  yang telah ditugal dan diberi pupuk kandang. Setiap lubang ditanam satu benih jagung manis Bonanza F1. Bersamaan menutup tanah dilakukan pemupukan   dengan pupuk campuran  SP 36 dan Urea dengan dosis 1/2 sendok makan yang diberikan dengan cara dicampur tanah yang akan digunakan untuk menutup lubang penanaman.

PembumbunanBenih  jagung mulai tumbuh empat hari setelah tanam yaitu pada tanggal 20 April 2009. Pembumbunan segera dilakukan  pada tanaman  umur 15 hari setelah tanam yang sekaligus mengendalikan gulma disekitar tanaman. Pembumbunan sangat diperlukan untuk memperbaiki aerasi tanah dan menghindari tananam rebah. Pembumbunan dan pengendalian gulma disekitar tanaman dilakukan secara bersama-sama terutama sebelum dilakuakan pemupukan pada tanaman. Sedangkan pengendalian gulma diantara barisan tanaman jagung dan piringan kelapa dilakukan dengan herbisida secara berkala apabila gulma kelihatan lebat  dengan herbisida Gramoxone yang di Produksi PT Sygenta Indonesia.

Pemupukan
Pemupukan jagung pertama pada saat tanam dengan pupuk SP 36 dan urea dengan dosis 1/3 sendok makan yang diberikan dengan cara dicampur tanah yang akan digunakan untuk menutup lubang penanaman

Image
Gambar 2. Tanaman jagung Varietas Bonanza F1 yang sudah mulai berbuah.

Pemupukan kedua  tanaman jagung pada umur 15 hari dengan pupuk urea dan KCl dengan dosis 1 sendok makan yang diberikan disebelah utara dan selatan pada barisan tanaman jagung yang sekaligus digunakan untuk pembubumbunan dan pengendalian gulma disekitar tanaman jagung. Pemupukan ke tiga  dilakukan pada umur tanaman 35 hari dengan pupuk Urea dan KCl dosis 1 sendok yang diberikan di sebelah timur dan barat tanaman atau didalam barisan  tanaman yang sekaligus pembumbunan dan mngendalikan  gulma. Pemupukan tanaman kelapa dilakukan pada umur 15 hari  setelah tanam dengan campuran pupuk urea dan KCl dengan dosis 1/3 kg per pohon yang diberikan secara melingkar  disekeling tanaman.

Penjarangan tongkol
Tanaman jagung yang sudah mengeluarkan tongkol selalu diperiksa apabila ditemukan satu batang tanaman jagung mengeluarkan  3 tongkol maka satu tongkol yang paling kecil  segera dibuang (dapat dimanfaatkan sebagai sayur). Sedangkan tanaman yang mengeluarkan tongkol satu  atau dua tongkol dibiarkan tumbuh menjadi tongkol dewasa yang dapat dipanen.

Pengendalian hama penyakit
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelapa dan jagung yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara  berkala dikebun bila terjadi serangan hama dan penyakit. Pencegahan tanaman jagung pada umur 15 hari setelah tanam disemprot dengan Alika 247 ZG yang diproduksi  PT Syngenta Indonesia. Selama penanaman kelapa dan jagung ini tidak terjadi adanya serangan hama dan penyakit yang berarti.

Panen
Tanaman jagung manis varietas Bonanza F1 dapat dipanen apabila tongkol jagung sudah berisi penuh dan besarnya sudah maksimal. Pada jagung varietas Bonanza F1 dipanen pada tanggal 22 Juni 2009 atau 68 hari setelah tanam.  Panen dilakukan dengan cara memilih tanaman yang sudah berisi penuh dan besarnya sudah maksimal  kemudian dipetik dengan menggunakan tangan. Pemanen dilakukan secara bertahap sampai tanggal 26 Juni 2009.
 
Image
Gambar 3. Tongkol jagung varitas Bonanza F1 yang panjangnya bisa sampai 25 cm

Pemasaran jagung manis di Kalimantan Selatan Khususnya Binuang tidak menjadi masalah karena pedagang langsung ke kebun jagung.  Luas lahan yang ditanami jagung manis di lahan  Balai Besar Pertanian Binuang Kalimantan Selatan seluas panjang 72 m dan lebar 12 m = 864 m dengan hasil tongkol 1.455 tonggkol dengan harga antara Rp. 1000 - Rp. 1.100 = Rp. 1.526.000,-(satu juta lima ratus dua puluh enam ribu rupiah)  rincian seperti pada tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1. Waktu panen, produksi dan harga jual jagung manis.
N0 Tanggal Jumlah Harga (Rp) Total (Rp)
 1 22 Juni 2009 505 1.100 555.500
 2 22 Juni 2009 455 1.000 455.000
 3 23 Juni 2009 125 1.100 137.500
 4 23 Juni 2009 110 1.000 110.000
 5 24 Juni 2009 80 1.100 88.000
 6 24 Juni 2009 160 1.000 160.000
 7 26 Juni 2009 20 1.000 20.000
 T o t a l 1.455 1.526.000

Kalau dikonversi ke satu ha  10.000 m : 864 m = 11,574 m. Dalam 1 ha dapat menghasilkan tonggkol 1.455 x 11,574 = 16.840 tonggkol dengan asumsi harga per tonggkol Rp 1.000 sehingga total hasil kotor yang diperoleh = Rp. 16.840.000,-(enam belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah).
Setelah tanaman jagung dipanen pertumbuhan kelapa yang ada tanaman sela jagung manis menunjukkan pertumbuhan yang sama baiknya dengan tanaman kelapa yang  tidak ada tanaman jagungnya.

DAFTAR PUSTAKA.
Anonim. 2008. Brosur Bonanza F1. PT East West Seed Indonesia. Purwakarta-Jawa Barat.
Setyamidjaja.D.1994. Bertanam kelapa. Kanisisus. Yogyakarta.
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 17 February 2011 )
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar