| ||||||||||||||||||||||||
Jumat, 04 Mei 2012
Kamis, 03 Mei 2012
Website resmi SMK Negeri 1 ROTA Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Home
PROFIL SEKOLAH
Pencarian
Peserta Didik
Info Sekolah
Selamat dan Sukses
Atas peluncuran website resmi
Atas peluncuran website resmi
SMK N 1 ROTA Bayat
Artikel Terbaru
- TBM ROTA - Tempat Belajar Masyarakat
- CONTENT HALAMAN DEPAN
- Daftar Guru dan Staff SMK N 1 ROTA Bayat
- Struktur Organisasi Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat
- Sejarah Berdirinya Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat
- Visi dan Misi Sekolah
- Profil Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat
- Jurusan Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat
- SMKN 1 ROTA, Melahirkan Kenzo-Kenzo dari Bayat
- Lap Komputer Fasilitas Sekolah
- Sambutan Kepala Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat
| Profil Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Senin, 09 April 2012
SMK 1 Rota Bayat Angkat Sentra Kerajinan Bayat
SEMARANG-Lulusan SMK selalu dipersiapkan untuk bekerja. Tetapi kini selain siap bekerja, mereka juga harus dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berwirausaha. Seperti halnya SMK Negeri 1 ROTA Bayat Klaten yang menyiapkan siswanya untuk mengembangkan sentra batik dan keramik.
Sekolah yang berdiri tahun 2009 atas bantuan gempa dari Pemerintah Qatar melalui Titian Foundation dan bekerja sama dengan Pemkab Klaten ini, dibangun untuk mengangkat sentra kerajinan daerah tersebut. SMK Negeri 1 ROTA Bayat memiliki dua jurusan, yaitu KRIA TEKSTIL dan KRIA KERAMIK.
‘’Memang sengaja hanya dua jurusan, karena fokus yang hendak dikembangkan adalah kerajinan tersebut dan pasti menonjolkan ciri khas tersendiri,’’ ujar guru Kriya Tekstil (Batik), Putri Novianti,Ssn di sela-sela pameran di stan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.
Berbagai kerajinan seperti batik dan keramik yang dipamerkan di ajang JATENG FAIR 2010 mencoba menyuguhkan teknik dan cara membatik atau membuat keramik kepada pengunjung. Ciri khas dari Batik Bayat yang motifnya diciptakan oleh siswa SMK ini adalah gambar binatang dengan pecahan tanah kering sesuai kontur tanah di sana.
Putri menjelaskan, di jurusan Kria Tekstil mengajarkan 60% cara pembuatan batik dan 40% keteknikan lain seperti tenun, rajut, dan jahit. Sementara jurusan Kria Keramik menggunakan teknik putaran miring yang menghasilkan keramik dalam bentuk tipis dengan kualitas yang lebih unggul.
sumber :
DIES NATALIS SMKN 1 ROTA BAYAT
Dies Natalis ke-2 SMK Negeri 1 ROTA Bayat
Lapangan hijau yang biasanya terpapar teriknya matahari itu kini terlindung oleh deklit hijau yang berdiri kokoh diatasnya. Ratusan kursi ditata begitu rapinya menghadap kearah GSG. Ruangan yang dulunya begitu luas itu kini bertahta sebuah panggung dengan hiasan bunga-bunga cantik dari gelas aqua. Disekelilingnya terdapat kursi tamu undangan yang berhadapan dengan Gamelan jawa. Sementara pada Background kita dapat mengetahui bahwa segala kemegahan itu ada untuk memeriahkan ulang tahun sekolah SMK N 1 ROTA Bayat yang kedua.Ya. Pada tanggal 17 Desember 2011 SMK telah menginjak usia yang relatif masih muda. 2 tahun. Dan telah kita ketahui bersama bahwa meskipun usianya masih muda, SMK jurusan seni yang berdiri di Beluk ini telah menorehkan berbagai prestasinya.
Acara tersebut dibuka oleh iringan gending-gending jawa dari kelompok siswa karawitan. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Gambyong sebagai simbolisasi sambutan kepada para hadirin. Pemotongan Tumpeng sebagai simbolisasi ulang tahun dilaksanakan oleh kepala sekolah, Bp. Supardi. Jika pada ulang tahun pertama potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Bp. Suwarno maka pada ulang tahun kedua ini potongan tumpeng pertama diserahkan kepada kepala Tata Usaha yaitu Bp. Kadarisman.
Sesuai dengan tema yang diangkat, “Go Green For Our Dreams” selain menggunakan hiasan dari benda-benda daur ulang, dalam acara Dies Natalis terdapat acara penulisan mimpi-mimpi di pohon harapan oleh para siswa. Dilanjutkan oleh sambutan dari Mas dan Mbak Klaten sebagai tamu undangan.
Acara ulang tahun sekolah dimeriahkan oleh penampilan-penampilan yang menarik seperti pertunjukan pencak silat dari pemenang Ajang RMB yaitu Edi dan Indra kelas X. Alunan syahdu dari grup TIVO, atraksi-atraksi dari Tekwondo, Fashion Show dengan gebrakan busana Koran, serta yang tak kalah menarik guru SMK N 1Rota Bayat ikut tampil diwakili oleh Bp. Aris. Penampilan yang spektakuler juga disajikan oleh Mas dan Mbak Klaten yang menyajikan Fashion Show .
Acara juga dimeriahkan oleh beberapa Band yang tampil, seperti Band kelas Xll, Band Visionist, band Kelas Xl K2, Band All Refans, serta Java Young.
Acara yang begitu mempesona tersebut ditutup dengan dangdut hingga jam 4 sore. Segala kenangan, prestasi yang gemilang, kebersamaan dalam tawa tersaji untuk SMK N 1 ROTA Bayat tercinta.
SEKOLAH SENI
SMKN 1 ROTA Bayat, Klaten
Berkeliling
di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2011 yang berlangsung di di JCC
Senayan 6-10 Juli yang baru lewat, memunculkan kembali rasa optimis
akan negeri ini. Kaum muda menunjukkan kreativitas mereka yang beragam,
meyakinkan masa depan negeri ini tak akan suram. Mereka membawa
perubahan dan perubahan sedang terjadi sekarang. Beberapa universitas
atau kreatif muda profesional bahkan sekolah kejuruan ikut serta dalam
ajang ini. Antara yakin dan berharap cemas kreativitas mereka juga
merambah dalam wujud batik membawa @batikIDku pada kekaguman akan corak
batik indah dengan pewarna alam yang digantung-gantung mencolok pada
stan mereka. Ternyata stan ini milik SMKN 1 ROTA Bayat dari Klaten,
Jawa Tengah.
Mereka
menyediakan canting dan malamnya untuk pengunjung yang ingin mencoba
proses awal membatik. Setelah anak-anak SMKN 1 Bayat ini membuatkan
pola dengan pensil pada sehelai kecil kain, maka pengunjung dapat
merasakan sendiri melekatkan malam dengan canting pada kain berpola
tersebut. Menarik bukan? Karya batiknya yang cantik dan penyajian stan
yang unik ternyata baru sedikit dari fakta potensi sekolah kejuruan
ini. Pak Daliya, pengajar jurusan Kriya Tekstil SMKN 1 menceritakan
keberhasil sekolah ini pada ajang nasional yaitu Student Company Fair di Plaza Semanggi 25-26 Juni 2010 sebagai ‘The Most Active and Best Performing Student Company’ Student Company
diaplikasikan pada materi pengajaran kewirausahaan di sekolah kejuruan
ini. Dengan nama perusahaan pelajar SAKURA mereka membuktikan dapat
menghasilkan keuntungan yang sehat juga mendapatkan penghargaan atas
pengelolaan hadiah uang yang mereka dapat (berita lengkapnya dapat dilihat pada tautan ini)| Batik tulis tangan dengan pewarna kimia karya siswa SMKN 1 ROTA Bayat |
Sekolah
menengah kejuruan yang didirikan di tengah sentra pengrajin batik dan
keramik di tahun ajaran baru 2009 yang lalu, awalnya kurang mendapat
sambutan positif masyarakat setempat yang enggan menyekolahkan anak
mereka ke sekolah kejuruan ini, takut hanya bernasib sama saja dengan
ortu mereka sebagai pengrajin batik dan keramik. Namun tak hanya
prestasi Student Company di ajang nasional tetapi posisi
terbaik ke-dua Internasional disabet juga oleh SMKN 1 Bayat ini yang
diwakili Ines Wardani dan tim kecilnya dalam kategori Company Fair di FIE (El Foro Internacional De Emprendedores/ International Forum of Entrepreneurs) Mei 2011 lalu di Cordoba, Argentina. Ajang internasional ini diwakili 12 negara (berita lengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut)
| Batik tulis tangan dengan pewarna alam karya siswa SMKN 1 ROTA Bayat |
Prestasi
gemilang di usia yang baru menginjak 2 tahun tak lepas dari
arsitek-arsitek hebat pendiri dan pengarah sekolah kejuruan ini.
Didirikan atas kerjasama Depdiknas, pemerintah setempat, ROTA (Reach Out To Asia),
Qatar Foundation dan Titian Foundation, memiliki visi ‘menjadi SMK
bertaraf internasional dan center of excellence dalam bidang batik dan
keramik di Indonesia dengan menghasilkan lulusan yang terampil dan
memiliki citarasa seni tinggi sehingga mampu bersaing di pasar
internasional’. Jurusan Keramik dibina langsung oleh ahli keramik dari
Jepang, Profesor Kawasaki yang sangat tertarik metoda putar miring
dalam pembuatan keramik yang satu-satunya di dunia ini hanya ditemukan
di Bayat, Klaten.
| Batik Cap kombinasi tulis |
Sasaran
Jurusan Kriya Tekstil sendiri adalah : membekali siswa ketrampilan
teknik dan pengetahuan seni tekstil berfokuskan pada seni batik,
mencetak siswa yang mampu menopang industri tekstil daerah dan
nasional, dan yang terakhir menyadarkan bahwa seni tekstil terutama
batik yang merupakan warisan adiluhung bangsa Indonesia memerlukan
peran aktif dalam usaha pelestariannya.
Sekolah
yang diawali dengan 2 kelas per jurusan (total 4 kelas) masing-masing
dengan 32 siswa per kelas, kini siap menyambut angkatan baru di tahun
ke-tiga nya dan juga melepas lulusan tahun pertamanya. Di tahun
pertama, siswa jurusan kriya batik wajib ikut menorehkan canting pada
Sketsa Budaya Bangsa yang merupakan sketsa dalam batik kain panjang
yang saat ini sudah mencapai 140 meter. Pak Daliya pengajar dengan
segudang keahlian dan filosofi mendalamnya merupakan lulusan SSRI
(kini SMSR) tahun ‘86. Beliau melanjutkan ke IKIP Yogyakarta mengambil
Program Studi senirupa dengan tugas akhir Lukis. Filosofi batik telah
dikuasainya berkat pengalaman mengajar batik sejak ‘94 di SMKN 1
Kalasan sampai sekarang. Beliau pernah menyabet Penghargaan Pratita
Adikarya terbaik batik sandang di Pendopo SMSR Jogja tahun ’86.
![]() |
| Ragam corak yang dipamerkan |
Menurut
Pak Daliya, siswa Kelas 1 fokus pada pengetahuan motif batik
tradisional klasik nusantara. Kelas 2 pada filosofi batik. Kelas 3
pengembangan ciri khas motif kreasi sendiri. Dalam uraian pendeknya
lulusan SMKN 1 Bayat ini diharapkan siap kerja, siap berwiraswasta, dan
ke tiga untuk menyiapkan siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan ke
universitas. Melalui Student Company yang kemudian masuk dalam
kurikulum, siswa diminta untuk membuat proposal kewirausahaan untuk
mendapatkan modal dari 2 juta sampai dengan 8 juta rupiah.
Impian
Pak Daliya untuk mendirikan Monumen Canting Terbesar yang menaungi lab
batik terbesar dan menjadi pusat riset batik dan keramik berskala
Internasional. Beliau menutup obrolan dengan filosofinya :
| Batik cap kombinasi tulis |
Dengan Ilmu hidup lebih mudah,
Dengan Seni hidup jadi indah,
Dengan I
Batik 70 Meter, Masterpice SMKN 1 Rota Bayat
Rifa Nadia Nurfuadah
Senin, 28 Juni 2010 18:09 wib
Daliya di depan Sketsa Budaya Bangsa (foto: Rifa/okezone)
JAKARTA -
Biasanya, program kompetensi yang dibuka pada suatu sekolah menengah
kejuruan (SMK) tergantung pada potensi alam daerah tersebut. Di daerah
Jawa Tengah, banyak SMK memasukkan keahlian batik sebagai kompetensi
kajiannya.
Seperti yang terdapat pada SMKN 1 Rota Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Program kompetensi batik di SMK tersebut telah mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang punya daya jual. Produk-produk ini mereka tampilkan dalam Pameran Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 di Jakarta Convention Center, pekan lalu.
"Selama dua hari pameran pendapatan kami telah mencapai Rp20 juta," klaim Guru SMKN 1 Rota, Bayat, Klaten, Jawa Tengah Daliya kepada okezone di sela-sela pameran.
Daliya menambahkan, selain produk-produk komersial, SMKN 1 Rota, Bayat, sedang mempersiapkan satu karya yang akan menjadi masterpiece mereka. Karya ini diberi nama Sketsa Budaya Bangsa.
Sketsa Budaya Bangsa merupakan satu karya batik tulis yang dikerjakan oleh siswa kelas 1 SMKN 1 Rota, Bayat. Mereka membuat lukisan tentang berbagai kehidupan sosial di Indonesia seperti kehidupan para petani, nelayan, pedagang, peternak, dan lainnya. Selama tiga bulan pengerjaannya, karya ini sudah mencapai panjang 70 meter.
"Kami harap, dengan dukungan banyak pihak karya ini akan terus dikembangkan hingga lebih panjangnya, bahkan kalau mungkin menjadi tidak terhingga," papar Daliya.
Daliya juga berharap, karya ini bisa masuk daftar Museum Rekor Indonesia (MURI) atau bahkan tercatat di buku rekor dunia. Dia mengklaim, karya SMKN 1 Rota, Bayat, ini adalah yang pertama di Indonesia, bahkan dunia.(rhs)
Seperti yang terdapat pada SMKN 1 Rota Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Program kompetensi batik di SMK tersebut telah mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang punya daya jual. Produk-produk ini mereka tampilkan dalam Pameran Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 di Jakarta Convention Center, pekan lalu.
"Selama dua hari pameran pendapatan kami telah mencapai Rp20 juta," klaim Guru SMKN 1 Rota, Bayat, Klaten, Jawa Tengah Daliya kepada okezone di sela-sela pameran.
Daliya menambahkan, selain produk-produk komersial, SMKN 1 Rota, Bayat, sedang mempersiapkan satu karya yang akan menjadi masterpiece mereka. Karya ini diberi nama Sketsa Budaya Bangsa.
Sketsa Budaya Bangsa merupakan satu karya batik tulis yang dikerjakan oleh siswa kelas 1 SMKN 1 Rota, Bayat. Mereka membuat lukisan tentang berbagai kehidupan sosial di Indonesia seperti kehidupan para petani, nelayan, pedagang, peternak, dan lainnya. Selama tiga bulan pengerjaannya, karya ini sudah mencapai panjang 70 meter.
"Kami harap, dengan dukungan banyak pihak karya ini akan terus dikembangkan hingga lebih panjangnya, bahkan kalau mungkin menjadi tidak terhingga," papar Daliya.
Daliya juga berharap, karya ini bisa masuk daftar Museum Rekor Indonesia (MURI) atau bahkan tercatat di buku rekor dunia. Dia mengklaim, karya SMKN 1 Rota, Bayat, ini adalah yang pertama di Indonesia, bahkan dunia.(rhs)
SMKN 1 ROTA Bayat Raih Juara ke-3 Student Company Competition 2011
Kompetisi tahunan Student Company (SC) Competition 2011 akhirnya dimenangkan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 26 Jakarta. Juara kedua diraih SMAN 1 Bogor, Jawa Barat dan ketiga direbut SMKN 1 ROTA Bayat, Klaten, Jawa Tengah.
Sementara kategori penampilan terbaik didapat SMKN 1 ROTA Bayat Klaten, dan kategori Profil Video Perusahaan Favorit diraih SMKN 26 Jakarta, serta pemenang Business Solution Challenge diperoleh SMKN 8 Jakarta.
Menurut Direktur Prestasi Junior Indonesia (PJI) Robert Gardiner, belum lama ini, lomba tersebut dimaksudkan untuk mengasah kemampuan siswa dalam berwirausaha. Kompetisi yang keempat kalinya ini mengikutsertakan perusahaan siswa (SC) sebanyak 12 sekolah menengah atas (SMA/SMK).
Dalam kompetisi itu, setiap perusahaan siswa bersaing untuk menjual produk mereka kepada pengunjung mal. Selain menjual produk, Robert menambahkan, sejumlah siswa juga mengikuti kompetisi dalam beberapa kategori, yaitu presentasi bisnis, kreativitas seni, tantangan bisnis dan video profil perusahaan.
"Pengalaman ini merupakan pembelajaran wirausaha langsung yang sangat berharga bagi siswa sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri guna meraih cita-citanya", ujar Robert.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional, Tbk Haryono Tjahjarijadi, optimistis lomba tersebut dapat membentuk jiwa wirausaha muda Indonesia. Ia pun berharap para peserta bisa menjadi pebisnis sejati yang bertanggungjawab sehingga mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia.
Rencananya, pemenang terbaik lomba Student Competition yang bekerjasama dengan American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia dan PT Bank Mayapada Internasional tersebut akan mewakili Indonesia dalam beberapa event internasional. Termasuk, kegiatan Asia Pacific Student Company of the Year Competition pada bulan Januari 2012 mendatang.
berita serupa : http://berita.liputan6.com/read/346201/
Langganan:
Postingan (Atom)
21:13
SMK Negeri 1 ROTA Bayat



